Kenapa kita suka bolos?

Dulu ketika masih menjadi mahasiswa S1, saya hobi menghitung-hitung, berapa jatah membolos dalam satu semester. Sepertinya sangat exciting, ternyata kita punya jatah untuk tidak menghadiri kuliah sekian kali pertemuan. Sebenarnya, ngapain sih kita bolos?

Bagi para aktivis, membolos kuliah berarti jadwal untuk aksi atau demosntrasi. Bagi gamers, membolos adalah pagi hari yang sangat impossible untuk berangkat kuliah karena baru saja pulang pagi dari game-online. Bagi mahasiswa tak punya, membolos berarti harus kerja keras jualan ikan di pasar atau kulakan donat untuk di jual di jam kepulangan anak SD hingga SMA. Bagi mahasiswa kelas atas borjuis, membolos berarti kecapekan habis dugem tadi malam. Rupa-rupa ternyata kegiatan yang dilakukan saat membolos.

Bagi pebisnis mahasiswa, membolos adalah waktu dewa. Karena dia harus menghitung, seberapa banyak uang yang bisa dihasilkan ketika ia meninggalkan kelas untuk sekian jam tertentu. Bagi karyawan, membolos adalah malapetaka yang bisa setiap saat dijadikan alasan bagi rekan kerja saingan untuk mendepak kita dari posisi yang nyaman sekarang. Bagi anggota DPR, mungkin membolos adalah hobi. Tak pernah datang rapat anggota DPR, eh sekalinya datang, lupa sila Pancasila. Anggota DPR patut sekali jadi rujukan, bagaimana membolos yang baik. Bagi temanku, membolos adalah pacu jantung. Jatah bolos sudah habis, tapi masih cari-cari cara gimana caranya biar bisa bolos. Aha!! Pakai surat dokter-dokteran.

Membolos sudah menjadi paradigma hidup. Way of life. Tiada kuliah tanpa membolos. Sama seperti sikap kita terhadap peraturan, adanya peraturan adalah untuk dilanggar. Bahkan dalam istilah dunia IT pun ada, kita sebut Jail Break.

Gayus saja bisa membolos dari penjara. Dengan sedikit uang, bahkan peraturan yang paling saklek pun terlanggar. Mungkin para pembolos perlu belajar trik bagaimana cara membolos agar elegan. Para pembesar negeri ini sudah terbiasa dengan membolos. Banyak cara, bisa dengan menggunakan kas negara untuk jalan-jalan ke negeri orang. Gini lho caranya bolos.

Tapi ada satu yang gak pernah bolos. Tuhan. Gimana coba kalo Tuhan bolos?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s